KELUARGA KECIL NAN BAHAGIA

Keluarga yang selalu memberiku semua hal yang aku butuhka, Ayahanda yang selalu perhatian, Ibunda yang penuh kasih sayang, dan seorang Adik yang selalu tidak mau kalah dan berkeinginan keras

Me in Action

Pribadi bersahaja yang berusaha mengoptimalkan potensi demi kejayaan bangsa dan negeri

KABINET DAGRI 2011-2012 YANG LUAR BIASA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

DAGRI ZZZUUPPEERR 2011/2012

Keluarga kecil yang terbentuk melalui sebuah proses indah organisasi

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 27 Juni 2012

Kerja Praktek hari Pertama


Pada hari kerja praktek, kami berdua (saya dan adib teman saya 1 kelompok) datang pukul 07.30, memang kami sengaja datang lebih awal, selain sebagai pencitraan awal, juga karena kami harus bertemu dengan Bapak Ismu selaku orang nantinya mempertemukan kami dengan pembimbing kami. Kami menunggu sampai sekitar pukul 08.30, beliaunya brau datang dang lansung mengajak kami ke lantai 2 gedung NETRE JATIM untuk bertemu dengan pembimbing kerja praktek kami. Pembimbing kami bernama Bapak Agus Setyabudi. Selain dibimbing oleh Pak Agus Setyabudi, kami juga mendapatkan arahan langsung dari Pak Heridik. Dalam KP ini kami mengambil topik Fiber Optik, utamanya untuk jaringan backbone sesuai dengan bidang dari NETRE JATIM. Hari pertama kami langsung melakukan kegiatan, yang pertama kami langsung diajak oleh Bapak Agus untuk melihat-lihat jaringan STO yang ada di NETRE JATIM di Lantai 5, kami diberi tahu tentang teori-teori awal yang berhubungan dengan fiber optic, seperti tentang SDH, DWDM, topologi yang ada, proses pengiriman, jaringan yang ada. Setelah itu kami kembali ke lantai 2 dan langsung melakukan praktek untuk memotong dan membuka kabel optik. Inilah hasil yang kami dapatkan:

Pengenalan Kabel fiber optic
1.        Susunan kabel fiber optic
Kabel fiber yang kami gunakan untuk percobaan adalah kabel fiber optic kabel udara (KU), dimana perbedaan kabel ini dengan kabel tanah (KT) adalah pada KU terdapat kabel baja yang dipasang disamping kabel optic-nya. Kabel opti yang digunakan bertipe: SM A-LT 12/2T, yang artinya SM (Single Mode), A (Air/udara), LT (Loose Tube), 12/2T (12 core dalam 2 tube).
Gambar 1. Kabel fiber optic Kabel Udara


Gambar 2. Susunan kabel fiber optik KU (kabel udara)

Gambar diatas merupakan ilustrasi kabel fiber optic KU, dimana fungsi bagian-bagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Kabel baja
Kabel baja berfungsi untuk keperluan penarikan kabel pada tiang, karena KU ditransmisikan melewati tiang-tiang di udara.

2.      Coating
Coating berfungsi sebagai pelindung luar (jaket) bagi kabel fiber optic, dimana coating ini berwarna hitam.

3.      Nylon
Nylon berfungsi untuk membantu membuka kabel fiber optic

4.      Bantalan tube
Bantalan tube berfungsi untuk mengisi ruang kosong dalam kabel sehingga tube-tube fiber optic dapat menyesuaikan bentuknya dengan kabel yang digunakan.

5.      Gel
Gel berfungsi untuk mengisi ruang kosong dalam kabel dan juga agar kabel terlindungi dari gangguan hewan-hewan pemakan kabel (contoh: tikus, semut, dll).

6.      Amoring
Amoring merupakan pelapis aluminium di dalam coating, berfungsi untuk menguatkan kabel.
7.      Strength member
Strength member merupakan bagian penguat yang terletak di tengah, dililiti oleh 2 tube fiber optic. Strength member terbuat dari pilinan kawat baja yang mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan pada saat instalasi.

8.      Tube fiber optic
Tube fiber optic merupakan bagian utama dari kabel fiber optic yang terdiri atas berbagai warna seperti gambar 3, pada kabel ini terdiri atas 2 tube, yaitu tube warna biru dan tube warna coklat. Dimana dalam setiap tube tersebut terdapat cladding/core, dalam kabel ini setiap tube terdiri atas 6 cladding/core, dimana urutannya juga menggunakan urutan seperti gambar 3.
Gambar 3. Kode warna urutan tube dan core/cladding
Agar mudah diingat/mudah dihafal maka warna kabel FO disingkat menjadi: BOHCAPMHKUPT (BOHCAP eM Ha Ka U Pe Te).
Gambar 4. Urutan Cladding/core (urutannya dari kiri ke kanan [nomer 1-6] )

 
Gambar 5. Susunan fiber optic
Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan. Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan. 

1.        Cara mengupas kabel optic udara
1. Kabel optik yang panjang, kita potong sesuai panjang yang kita ingin dengan gergaji kecil, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.
2. Setelah terpotong, pisahkan bagian kabel baja yang memiliki fungsi untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang, seperti pada gambar dibawah ini.
3. kupas sedikit bagian kabel optic, lalu temukan serat nilon yang berwarna abu-abu.

4. Serat nilon ini yang digunakan untuk membelah lapisan terluar (coating), sehingga lebih mudah.


5. Lalu potong bantalan tube yang memiliki fungsi sebagai pelindung dari tube, supaya tube tidak memipih saat terlindas yang mengakibatkan rusaknya core.
6. Lalu bersihkan tube yang mengandung gel dengan tinner
7. Setelah itu kupas tube dengan menggunakan coax striper, dengan cara jepit tube, lalu putar coax striper 3600, lalu patahkan tube, setelah itu tarik tube yang telah patah tadi hingga core yang masih terlindungi oleh cladding terlihat. Bersihkan core yang masih terlindungi dengan cladding dengan tinner

8. Setelah itu hilangkan cladding dengan menggunakan fiber cutter.

9. Setelah terlihat core yang berupa fiber, jika kotor bersihkan dengan tinner secara perlahan, jangan sampai patah.
               Itulah laporan yang berhasil kami buat untuk Kerja Praktek yang kami lakukan pada hari pertama di NETRE JATIM. Untuk masalah penyambungan kabel fiber optik, akan ada di artikel berikutnya.

 

Minggu, 24 Juni 2012

Wireless Sensor Network (WSN)

           Wireless Sensor Network (WSN) adalah sebuah kelas jaringan yang memungkin untuk digunakan pada berbagai aplikasi potensial dalam bidang kesehatan, militer dan pemantauan lingkungan. Secara umum, jaringan ini sering digunakan untuk melakukan pengamatan dalam kondisi daerah pengamatan dan tempat pengamat berada pada posisi yang saling berjauhan, sehingga dibutuhkan media yang memadai untuk dapat mengirimkan data-data hasil suatu pengamatan.
           Setiap node dalam jaringan sensor biasanya dilengkapi dengan transceiver radio atau perangkat komunikasi nirkabel lainnya, sebuah mikrokontroler kecil, dan sumber energi, biasanya batere. Ukuran sensor node bervariasi dari ukuran kotak sepatu sampai ukuran sebutir debu. Biaya node sensor juga bervariasi, mulai dari ratusan dolar sampai beberapa sen, tergantung pada ukuran jaringan sensor dan kompleksitas yang dibutuhkan dari setipa node sensor. Permasalahan ukuran dan biaya pada sensor node terkait dengan sumber daya seperti energi, kecepatan memori, komputasi dan bandwidth.
Gambar  Arsitektur Multihop WSN
                 Sebuah jaringan sensor biasanya merupakan jaringan ad-hoc nirkabel, yang berarti bahwa setiap sensor mendukung algoritma multi-hop routing di mana node berfungsi sebagai forwarder, menyampaikan paket data ke base station.
                 Aplikasi untuk WSNs bervariasi, biasanya melibatkan beberapa jenis pemantauan, pelacakan, atau mengendalikan. aplikasi spesifik termasuk pemantauan habitat, pelacakan objek, deteksi kebakaran, deteksi lahan slide dan pemantauan lalu lintas. Dalam aplikasi umum, sebuah WSN tersebar di daerah mana dimaksudkan untuk mengumpulkan data melalui node sensor nya. Berikut adalah beberapa aplikasi WSN :
a.   Pemantauan wilayah
Pemantauan wilayah adalah aplikasi umum WSN. Dalam pemantauan wilayah, WSN dikerahkan di daerah di mana beberapa fenomena yang akan dipantau. Misalnya, sensor node dalam jumlah besar bisa dikerahkan di medan perang untuk mendeteksi intrusi musuh. Bila sensor mendeteksi aktivitas yang dipantau (panas, tekanan, suara, cahaya, medan elektro-magnetik, getaran, dll) akan dilaporkan pada salah satu base station, yang kemudian mengambil tindakan yang sesuai (misalnya, mengirim pesan di internet atau satelit). Selain itu, jaringan sensor nirkabel dapat menggunakan berbagai sensor untuk mendeteksi keberadaan kendaraan mulai dari sepeda motor dan mobil.
b.      Pemantauan lingkungan
Sejumlah WSN telah dikerahkan untuk memantau lingkungan. Mayoritas didesain dengan masa hidup pendek, karena biasa bersifat protip. Contoh penggunaannya  adalah pemantauan keadaan lapisan es di pegunungan Alpen Swiss dan pemantauan gletser.
c.       Pemantauan rumah kaca
Jaringan sensor nirkabel juga digunakan untuk mengontrol tingkat suhu dan kelembaban di dalam rumah kaca komersial. Ketika suhu turun dan kelembaban di bawah tingkat tertentu, manajer rumah kaca harus diberitahukan melalui e-mail atau pesan sel telepon teks, atau sistem host dapat memicu sistem gerimis, ventilasi terbuka, menghidupkan kipas angin, atau mengendalikan berbagai tanggapan sistem. Beberapa WSN mudah pemasangannya dan juga mudah untuk bergerak sebagai kebutuhan perubahan aplikasi.
d.      Pendeteksi tanah longsor
Sebuah sistem deteksi tanah longsor, memanfaatkan jaringan sensor nirkabel untuk mendeteksi sedikit gerakan tanah yang mungkin terjadi selama tanah longsor. Dan melalui data yang terkumpul adalah mungkin untuk mengetahui terjadinya tanah longsor jauh sebelum itu benar-benar terjadi.
e.       Pertanian
Menggunakan jaringan sensor nirkabel dalam industri pertanian semakin umum. Sistem gravitasi air dapat dimonitor menggunakan pemancar tekanan untuk memantau tingkat air tangki, pompa dapat dikendalikan dengan menggunakan wireless I / O device, dan penggunaan air dapat diukur dan nirkabel dikirim kembali ke pusat kontrol pusat untuk penagihan. Irigasi otomatisasi memungkinkan penggunaan air lebih efisien dan mengurangi limbah.

Vessel Messaging System (VMeS)

Sistem VMeS terdiri dari jaringan pusat kendali pesan elektronik, modem radio untuk transmisi data di kanal VHF, dan terminal pesan elektronik yang tersebar di kapal-kapal nelayan dibawah 30 GT. Jika sistem ini dipasang pada kapal nelayan tradisional, maka para nelayan dapat mengirim pesan kepada pusat kendali untuk kebutuhan segala informasi. Pesan yang dikirim dapat berupa informasi posisi, berbagai data seperti kadar garam laut, kondisi bahan bakar, sinyal SOS, serta pesan teks. Demikian juga dengan pusat kendali di pantai dapat mengirim pesan yang diperlukan untuk kebutuhan melaut menuju kapal nelayan. Selanjutnya melalui pusat kendali ini diharapkan dapat mensosialisasikan lokasi penangkapan ikan dan juga dapat memberikan sinyal peringatan atau pengarahan kepada nelayan yang melanggar batas penangkapan ikan.
 
Untuk pengembangan penelitian VMeS telah dibuat roadmap dari VMeS yang dikembangkan dari Terminal, Messaage Transaction System, Backbone Network dan Access/Platform (Yunarso, dkk, 2003). Berikut penjelasan secara detailnya.
Pada  bagian Terminal, dikembangkan dari awal, merupakan terminal pesan yang sederhana dibangun berdasarkan fungsi monitoring posisi saja. Kemudian ide berkembang setelah melaksanakan studi dan kerjasama di lapangan (penangkapan ikan), bahwa terminal yang dikembangkan (generasi II) harus mempunyai kemampuan interaktif dan pengiriman pesan dan informasi dari beberapa kanal sensor dalam dua arah dari kapal dan dari pusat data. Terminal berikutnya adalah terminal (generasi IV) yang disiapkan untuk mampu mengatur komunikasi data dari terminal sejenis lainnya untuk di sampaikan ke terminal data yang terdekat dengan pusat data atau langsung menuju ke pusat datanya. Sementara menunggu kemapuan kematangan teknologi adhoc networking pada X25, smart terminal (generasi III) mungkin akan dapat mendahului dengan memberikan fasilitas personal identifikasi pada terminal dengan pemanfaatan Smart Card.
Sedangkan pada Message Transaction System, pengembangan sistem transaksi diawali dengan pengembangan server layanan pesan pendek pada jaringan celluler GSM, juga transaksi server layanan data melalui GPRS. Pengembangan berikutnya adalah membangun server layanan VMeS beserta media gateway, jika akan mengintegrasikan jaringan VMeS dengan jaringan lainnya (Cellular GSM/CDMA, 3G, PSTN atau internet). Tidak kalah penting pengembangan Content Management merupakan bagian utama agar layanan tersebut dapat berjalan dengan sukses.
Dan pada Access/Platform terkait dengan lapisan fisik (OSI), yaitu pengembangan metode akses menuju server layanan dari terminal. Yang termasuk dikembangkan disini adalah metoda akses melalui jaringan cellular dan satelit, paket radio pada berbagai pita frekuensi (HF, VHF dan UHF), termasuk utamanya karakterisasi kanal (HF, VHF, UHF).
Dari gambar road map pengembangan VMeS, maka dalam penelitian difokuskan pada pengembangan terminal VMeS : Interactive Messaging Terminal (Generasi 2), yang didukung dengan pengetahuan kanal HF/VHF yang baik agar rancangan komunikasi data pesan tersebut sesuai dengan kondisi kanal HF/VHF. Prototype terminal VMeS tersebut selanjutnya akan diuji pada kondisi real melalui kanal radio paket pada pita frekuensi HF/VHF. Selanjutnya pada tahun kedua difokuskan pada desain Modem HF/VHF dengan mempertimbangkan keterbatasan lebar kanal dan noise untuk mendapatkan akurasi pada laju data yang tinggi. Pada tahap ini diteliti juga kemungkinan penggunaan jaringan Ad Hoc untuk mengatasi kesulitan propagasi kanal HF/VHF. Selanjutnya pada tahun ketiga bisa diintegrasikan ke dalam sistem VMeS secara utuh.

Senin, 21 Mei 2012

Si Murmer


Ini merupakan salah satu PKM-K ku yang tahun ini berhasil aku buat. Ini merupakan usaha dalam bidang pangan. Pada PKM ini, kelompok kami mengolah beras merah yang memiliki  beberapa keunggulan dibandingkan dengan beras putih. Beras merah memiliki serat lebih banyak, 2,5 gram serat lebih banyak dibanding beras putih dalam 1 mangkuk. Dari segi vitamin dan mineral, beras merah lebih unggul 2-3 kali dibanding beras putih. Beras merah telah dikenal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu benda ini dipercaya memiliki nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih,kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr),tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yangdihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg 0,31 mg. Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalamkeadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, sernutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubahmenjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain. Selain itu kami juga menggunakan jamur merang untuk menambah nikmat rasa yang ada, selain juga untuk menambah manfaat buat kesehatan. Makanan ini kami beri nama "Si Murmer", nasi jamur beras merah.




Kami menerima pesanan, bagi yang berminat, silahkan buka di FB Si Murmer

Senin, 09 April 2012

Rahasia dipilihnya Jazirah Arabia Sebagai Tempat Kelahiran dan Pertumbuhan Islam


Berbicara tentang jazirah Arabia, tempat yang dipilih Allah sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhannya, terlebih dahulu kita harus menjelaskan hikmah Ilahiyah yang menentukan bi’tsah Rasulullah saw di bagian dunia ini, dan pertumbuhan dakwah Islam di tangan bangsa Arab sebelum bangsa lainnya. Untuk menjelaskan hal ini, pertama kita harus mengetahui karakteirstik bangsa Arab dan tabiat mereka sebelum Islam, juga menggambarkan letak geografis tempat mereka hidup dan posisinya di antara negara-negara disekitarnya. Sebaliknya kita juga harus menggambarkan kondisi peradaban dan kebudayaan ummat-ummat lain pada waktu itu, seperti Persia, Romawi, Yunani, dan India.
Kita mulai pertama, menyajikan di sekitar jazirah Arab sebelum Islam. Pada waktu itu dunia dikuasai oleh dua negara adidaya yaitu Persia dan Romawi, kemudian menyusul India dan Yunani. Persia adalah ladang subur berbagai khayalan (khurafat) keagamaan dan filosof yang saling bertentangan. Di antaranya adlah Zoroaster yang dianut oleh kaum penguasa. Diantara falsafahnya adalah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya atau saudaranya. Sehingga Yazdasir II yang memerintah pada pertengahan abad kelima Masehi mengawini anak perempuannya. Belum lagi penyimpangan-penyimpangan akhlak yang beraneka ragam sehingga tidak bisa disebutkan di sini. Di persia juga terdapat ajaran Mazdakia, yang menurut Imam Syahrustani , didasarkan filsafat lain, yaitu menghalalkan wanita, membolehkan harta dan menjadikan manusia sebagai serikat seperti perserikatan mereka dalam masalah air, api dan rumput. Ajaran ini memperoleh sambutan luas dari kaum pengumbar hawa nafsu. Sedangkan Romawi telah dikuasi sepenuhnya oleh semengat kolonialisme. Negeri ini terlibat pertentangan agama , antara Romawi di satu pihak dan Nasrani di pihak lain. Negeri ini mengandalkan kekuatan militer dan ambisi kolonialnya dalammelakukan petualangan (naif) demi mengembangkan agama kristen,d an mempermainkannya sesuai dengan keinginan hawa nafsunya yang serakah. Negara ini pada waktu yang sama tak kalah bejatnya dari Persia. Kehidupan nista, kebejatan moral dan pemerasan ekonomi telah menyebar ke seluruh penjuru negeri, akibat melimpahnya penghasilan dan menumpuknya pajak.
Akan halnya Yunani maka negeri ini sedang tenggelam dalam lautan khurafat dan mithos-mithos verbal yang tidak pernah memberikan manfaat. Demikian pula India , sebagaimana dikatakan oleh ustadz Abul Hasan an-Nadawi, telah disepakai oleh para penulis sejarahnya, bahwa negeri ini sedang berada pada puncak kebejatan dari segi agama, akhlak ataupun sosial. Masa terebut bermula sejak awal abad keenam Masehi. India bersama negara tetangganya berandil dalam kemerosotan moral dan sosial. Disamping itu harus diketahui bahwa ada satu hal yang menjadi sebab utama terjadinya kemerosotan , keguncangan dan kenestapaan pada ummat-ummat tersebut, yaitu peradaban dan kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai materialistik semata, tanpa ada nilai-nilai moral yang mengarahkan peradaban dan kebudayaan tersebut kejalan yang benar. Akan halnya peradaban berikut segala implikasinya dan penampilannya , tidak lain hanylaah merupakan sarana dan instrumen, Jika pemegang sarana dan instrumen tidak memiliki pemikiran dan nilainilai moral yang benar, maka peradaban yang ada di tangan mereka akan berubah menjadi alat kesengsaraan dan kehancuran. Tetapi jika pemegang memilikipemikiran yang benar, yang hanya bisa diperoleh melalu wahyu Ilahi, maka seluruh nilai peradaban dan kebudayaan akan menjadi sarana ang baik badi kebudayaan yang berbahagia penuh dengan rahmat di segala bidang.
Sementara itu, di jazirah Arabia hidup dengan tenang, jauh dari bentuk keguncangan tersebut. Mereka tidak memiliki kemewahan dan peradaban Persia yang memungkinkan mereka kreatif dan pandai menciptakan kemerosotan-kemerosotan, filsafat keserbabolhean dan kebejatan moral yang dikemas dalam bentuk agama. Mereka juga tidak memiliki kekuatan militer Romawi, yang mendorong mereka melakukan ekspansi kengera-negara tetangga. Mereka tidak memiliki filosofi dan dialetika Yunani yang menjerat mereka menjadi bangsa mithos dan khurafat. Karakteristik mereka seperti bahan baku yang belum diolah dengan bahan lain, masih menampakkan fitrah kemanusiaan dan kecenderungan yang sehat dan kuat, serta cenderung kepada kemanusiaan yang mulia, seperti setia, penolong, dermawan, rasa harga diri, dan kesucian. Hanya saja mereka tidak memiliki ma’rifat (pengetahuan) yang akan mengungkapkan jalan ke arah itu. Karena mereka hidup di dalam kegelapan, kebodohan, dan alam fitrahnya yang pertama. Akibatnya mereka sesat jalan, tidak menemukan nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Kemudian mereka membunuh anak dengan dalih kemuliaan dan kesucian, memusnahkan harta kekayaan dengan alasan kedermawanan dan membangkitkan peperangan di antara mereka dengan alasan harga diri dan kepahlawanan.
Kondisi inilah yang diungkapkan oleh Allah dengan dhalil ketika mensifati dengan
firman-Nya : “Dan sesungguhnya kamu seblum itu benar-benar termsuk orang-orang yang sesat“ QS al-Baqarah 2 :198. Suatu sifat apabila dinisbatkan kepad kondisi ummat-ummat lain pada waktu itu, lebih banyak menunjukkan kepada I’tidzar (excuse) daripada kecaman, celaan, damn hinaan kepada mereka. Ini dikarenakan ummat-ummat lain tersebut melakukan penyimpangan-penyimpangan terbesar dengan “bimbingan“ sorot peradaban , pengetahuan dan kebudayaan. Mereka terjerembab ke dalam kubang kerusakan dengan penuh kesadaran, perencanaan, dan pemikiran. Di samping itu jazirah Arabia seara geografis terletak di antara ummat-ummat yang sedang dilanda pergolakan. Bila diperhatikan sekarang seperti dikatakan oleh ustadz Muahammad Mubarak, maka akan diketahui betapa jazirah Arabia terletak di antara dua peradaban, Pertama peradaban barat Materialistik yang telah menyajikan suatu bentuk kemanusiaan yang tidak utuh dan kedua peradaban Spiritual penuh dengan khayalan di ujung timur, seperti ummat-ummat yang hidup di India, Cina dan sekitarnya. Jika telah kita ketahui kondisi bangsa Arab di jazrah Arab sebelum Islam dan kondisi ummat-ummat lain di sekitarnya maka dengan mudah kita dapt menjelaskan hikmah Ilahiyah yang telah berkenan menentukan jazirah Arabia sebagai tempat kelahiran Rasulullah saw dan kerasulannya dan mengapa bangsa Arab ditunjuk sbagai generasi perintis yang membawa cahaya dakwah kepada dunia menuju agama Islam yang memerintahkan seluruh manusia di dunia ini agar menyembah kepada Allah semata. Jadi bukan seperti dikatakan oleh sebagian orang yang karena pemilikan agama batil dan peradaban palsu, sulit diluruskan dan diarahkan oleh sebab kebanggaan mereka terhadap kerusakan yang mereka lakukan dan anggapan mereka sebagai sesuatu yang benar. Sedangkan orang-orang yang masih hidup di masa pencarian , mereka tidak akan mengingkari kebodohan dan tidakakan membanggakan peradaban dan kebudayaan yang tidak dimilikinya. Dengan demikian mereka lebih mudah disembuhkan dan diarahkan. Kami tegaskan bukan hanya ini semata yang menjadi sebab utamanya, karena analisis seperti ini akan berlaku bagi orang yang kemampuannya terbatas, dan orang yang memiliki potensi. Analisis seperti tersebut di atas membedakan antara yang mudah dan yang sulit, kemudian diutamakan yang pertama dan dihindari ynag kedua, karena ingin menuju jalan kemudahan dan tidak menyukai jalan kesulitan. Jika Allah menghendaki terbitnya dakwah Islam ini dari suatu tempat, yaitu Persia, Romawi atau India, niscaya untuk keberhasilan dakwah ini Allah swt, mempersiapkan berbagai sarana di negeri tersebut, sebagaimana Dia mempersiapkan sarana di jazirah Arabia. Dan Allah tidak akan pernah kesulitan untuk melakukannya, karena Dia Pencipta segala sesuatu, Pencipta segala sarana termasuk sebab.
            Tetapi hikmah pilihan ini sama dengan hikmah dijadikannya Rasululah saw seorang ummi, tidak bisa menulis dengan tangan kanannya, menurut istilah Allah, dan tidak pula membaca, agar manusia tidak ragu terhadp kenabiannya, dan agar mereka tidak memiliki banyak sebab keraguan terhadap dakwahnya. Adalah termasuk kesempurnaan hikmah Ilahiyah, jika bi’ah (lingkungan) tempat diutusnya Rasulullah, dijadikan juga sebagai bi’ah ummiyah (lingkungan yang ummi), bila dibandingkan dengan ummat-ummat lainnya yang ada disekitarnya, yakni tidak terjangkau sama sekali oleh peradaban-peradaban tetangganya. Demikian pula sistem pemikirannya, tidak tersentuh sama sekali oleh filsafat-filsafat membingungkan yang ada di sekitarnya. Seperti halnya akan timbul keraguan di dada manusia apabila mereka melihat Nabi saw seorang terpelajar dan pandai bergaul dengan kitab-kitab, sejarah ummat-ummat terdahulu dan semua peradaban negara-negara sekitarnya. Dan dikhawatirkan pula akan timbul keraguan di dada manusia manakala melihat munculnya dakwah Islamiyah di antara 2 ummat yang memiliki peradaban budaya dan sejarah seperti Persia, Yunani ataupun Romawi. Sebab orang yang ragu dan menolak mungkin akan menuduh dakwah Islam sbagai mata rantai pengalaman budaya dan pemikiran-pemikiran filosof yang akhirnya melahirkan peradaban yang unik dan perundang-undangan yang sempurna. Al-Quran telah menjelaskan hikmah ini dengan ungkapan yang jelas. Firman Allah : “Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mereka diajar akan kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan ynag nyata.“ QS al-Jumu’ah, 2 Allah telah menghendaki Rasul-Nya seorang yang ummi dan kaum di mana Rasul ini diutus juga kaum secara mayoritas ummi, agar mu’jizat kenabian dan syari’at Islamiyah menjadi jelas di jalan pikiran, tiadk ada penghamburan antara dakwah Islam dengan dakwah-dakwah manusia yng bermacam-macam. Ini sebagaimana nampak jelas, merupakan rahmat yang besar bagi hambah-Nya.
            Selain itu ada pula hikmah-hikmah yang tidak tersembunyi bagi orang yang mencarinya, antara lain :
1. Sebagainana telah diketahui Allah menjadikan Baitul-Haram sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman ( 2:125 ) dan rumah ynag pertama kali dibangun bagi mausia untuk beribadah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama. Allah juga telah menjadikan dakwah bapak para Nabi, Ibrahim As, di lembah tersebut. Maka semua itu merupakan kelaziman dan kesempurnaan, jika lembah yang diberkati ini juga menjadi tempat lahirnya dakwah Islam yang notabene, adalah millah Ibrahim dan menjadi tempat diutus dan lahirnya pemungkas para Nabi. Bagaimana tidak, sedangkan dia termasuk keturunan Nabi Ibrahim as.
2. Secara geografis jazirah Arabia sangat konduktif untuk mengemban tugas dakwah seperti ini. Karena jazirah ini terletak, sebagaimana telah kami sebutkan , di bagian tengah ummat-ummat yang ada di sekitarnya. Posisi geografis ini akan menjadikan penyebaran dakwah Islam ke semua bangsa dan negara di sekitarnya berjalan dengan gampang dan lancar. Bila kita perhatikan kembali sejarah dakwah Islam pada permulaan Islam dan pada masa pemerintahan para Khalifah yang terpimpin, niscaya akan mengakui kebenaran hal ini.
3. Sudah menjadi kebijaksanaan Allah untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dakwah Islam, dan media langsung untuk menterjemahkan Kalam Allah dan penyampaiannya kepada kita. Jika kita kaji karakteristik semua bahasa lalu kita bandingkan antara satu dengan lainnya, niscaya akan kita temukan bahwa bahasa Arab banyak memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Maka, sudah sepatutnya jika bahasa Arab dijadikan bahasa pertama bagi kaum Muslimin di seluruh penjurzu dunia.

Minggu, 25 Maret 2012

PT Adinata Melodi Kreasi


URGENTLY REQUIRED
PT Adinata Melodi Kreasi pemegang lisensi merk-merk terkenal dunia di bidang tas, buku dan alat – alat tulis untuk anak – anak & remaja di Indonesia. Berdiri dari tahun 1981, memiliki lebih dari 28 tahun pengalaman di bidang retail, manufaktur dan distribusi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perusahaan kami, dapat kunjungi website kami   :
http://www.adinata.com

SUPERVISOR COUNTER

Persyaratan : 
  • Wanita, max. 27 tahun
  • Berpengalaman
  • Pendidikan min. D1, lebih diutamakan manajemen
  • Disiplin, jujur, cekatan, rajin, teliti dan bertanggungjawab
  • Dapat bekerja sesuai deadline dan dibawah tekanan
  • Dapat bekerja secara individual maupun di dalam team
  • Bersedia dinas luar

Bagi yang berminat, harap mengirimkan CV lengkap ke :

evi@adinata.com

Sabtu, 24 Maret 2012

Struktur Sungai


Sungai merupakan aliran air permukaan yang mengalir ke tempat yang lebih rendah, jumlahnya tergantung dari tinggi muka air, luas catchment area per kolasi, infiltrasi dan besarnya curah hujan. Struktur sungai pada hakekatnya merupakan komponen (elemen) atau bagian dari morfologi sungai, yang meliputi badan sungai, tebing sungai, bantaran sungai dan tanggul sungai. Air merupakan salah satu di antara faktor-faktor penyebab terbentuknya sungai, karena pengaruh besaran curah hujan, jenis batuan, dan ketinggian tepat, yang berpengaruh terhadap lingkungan bio-fisiknya (9). Hujan sebagai sumber air sungai, jenis batuan dan ketinggian tempat, sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan komunitas vegetasi spesifik riparian. Struktur morfologi sungai pada hakekatnya merupakan bentuk luar yang secara rinci ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar Struktur Sungai Tampak Melintang

Keterangan:
A = bantaran sungai,
B = tebing/jering sungai,
C = badan sungai,
D = batas tinggi air semu,
E = dasar sungai, dan
F = vegetasi riparian.
Bantaran sungai yang merupakan salah satu fungsi flter alami terhadap air yang akan mengalir ke  sungai. Bantaran sungai merupakan bagian dari struktur sungai yang sangat rawan. Terletak antara badan sungai dengan tanggul sungai, mulai dari tebing sungai hingga bagian yang datar. Peranan dan fungsinya cukup efektif sebagai penyaring (filter) nutrien, menghambat aliran permukaan dan pengendali besaran laju erosi. Peran fungsi dari bantaran sungai sendiri sangat penting dalam mengendalikan air pada musim hujan dan musim kemarau.

Sumber : Anonim. TTG – Pengolahan Air dan Sanitasi: Penjernihan Air dengan Cara Penyaringan II, 2010